10 Film Indonesia Klasik yang Wajib Ditonton Anak Milenial


Traduit par

10 Film Indonesia Klasik yang Wajib Ditonton Anak Milenial

    jadwal xxi
    Kamu mungkin lahir di zaman sekarang tapi tak berarti kamu tidak mampu menonton film Indonesia tinggi. Film Indonesia klasik biasanya hadir antara tahun 80-an dan 90-an. Dibintangi oleh aktor dan aktris berbakat Indonesia seperti Rano Karno, Mieke Widjaja, Meriam Bellina dan masih banyak lagi.

    Jalan cerita yang diangkat pada film Indonesia tinggi tidak kalah seru dari film modern masa waktu ini. Meskipun dari segi sinematografinya tidak sebaik film modern yang banyak memakai jejak komputer. Tapi jika awak lebih suka menyaksikan kecek jadul, film Indonesia syahdu akan menjadi tontonan yang paling tepat dan meredakan.

    Daftar Film Indonesia Klasik Populer Unggul

    9-film-indonesia-paling-kontroversial-namun-berprestasi
    Sebagaimana lektur, film juga tidak tahu lekang dimakan waktu. Usianya mungkin sudah puluhan tahun, tapi film Indonesia syahdu tetap bisa diterima oleh generasi milenial. Berikut tersebut daftar film jadul Indonesia terbaik yang kali tontonan sempurna di akhir rekan:

    1. Catatan Si Boy (1987)

    Sebagai pecandu karya film Ayu Azhari, kamu tidak boleh membuang salah satu film terbaiknya yakni Catatan Si Boy. Film ini menceritakan mengenai perjalanan cinta Boy (Onky Alexander) dan Nuke (Ayu Azhari) yang mendapatkan pertentangan dari ayah Nuke.

    Olehkarena itu tidak menyukai Boy, rama Nuke memilih untuk mengirimkan Nuke kuliah ke pendatang negeri. Sedangkan di Nusantara, Boy yang patah menawan hati menjadi rebutan Vera (Meriam Bellina) dan Ocha.

    Lambat kelamaan, Boy yang selamanya digoda oleh Vera yang agresif mulai luluh. Sayangnya, kisah cinta Vera dan Boy juga tidak selesai karena kehadiran Jefri (Leroy Asmani) kekasih Vera yang pencemburu.

    Setelah mengalami penuh hal bersama Vera serta beberapa wanita yang ditemuinya, pada akhirnya Boy meleset dipertemukan dengan Nuke. Sayangnya, ayah Nuke masih menentang cinta mereka.

    • Beranak Dalam Peristirahatan terakhir (1971)

    Salah satu masterpiece karya film Suzanna. Film ini menyuarakan tentang sebuah keluarga kaya dengan dua anak perempuan yang berbeda karakter. Dhora digambarkan sebagai kakah pasik dan berwatak keras namun Lila merupakan adik baik hati.

    Karena tidak sempat akur, orang tua mereka mengongkosi Lila ke kota untuk dititipkan pada tantenya. Sedangkan Dhora tentang tinggal rapi orang tuanya. Setelah bergeser dewasa, sifat Dhora bukan kunjung berubah justru semakin jahat.

    Suatu hari Lila yang mendengar kabar kematian ibu tirinya pulang ke kampung halaman di Ciganyar. Kepergiannya bertepatan pula dengan rencana dinas sang suami ke luar negeri. Sayangnya, bukan disambut mesra sambil sang kakak Lila malahan disambut dengan perlakuan buruk. lihat jadwal xxi sebleum menonton

    Sepeninggalnya suami Lila di luar negeri, Dhora start menjalankan rencana untuk membunuh Lila yang sedang bunting besar. Lila disiksa serta dikubur hidup-hidup hingga harus melahirkan di dalam pusara. Dan sejak saat itulah, hantu Lila mulai menghantui penduduk Ciganyar.

    • Salah Asuhan (1972)

    Menceritakan tentang Hanafi (Dicky Zulkarnaen) yang kembali ke Sumbar setelah gagal menjalani uraian di Eropa. Saat meleset, Hanafi jatuh cinta pada Corrie du Bussee (Ruth pelupessy). Sayangnya hubungan itu tidak disetujui oleh orang2 tua masing-masing. Bahkan orang2 tua Hanafi telah menjodohkannya dengan Rapiah (Rima Melati).

    Pernikahan Hanafi dan Rapiah tidak berjalan lancar sebab hati Hanafi yang tetap terikat dengan Corrie. Uni hari, Hanafi yang sedang berobat ke Jakarta kembali bertemu dengan Corrie. Daripada sini, kisah cinta tersebut kembali dirajut bahkan tersebut berhasil menikah. Sayangnya pernikahan keduanya pun tidak bertindak sesuai rencana. Corrie yang merasa kecewa dengan Hanafi memilih untuk pergi.

    • Titienku Sayang (1972)

    Pelajaran moral yang dikasih dari film Titienku Jantung hati sangat besar. film itu mengajarkan kita arti pentingnya sebuah kesetiaan dalam hubungan pernikahan. Film ini menceritakan tentang Yusuf, pria berjodoh yang berselingkuh dengan Mila. Dari hubungan mereka lahirlah anak perempuan yang diberi nama Titien. Karena keadaan yang tidak memungkinkan, pada akhirnya Titien dirawat sambil Yanti yang merupakan istri sah dari Yusuf.

    • Anjing-anjing Geladak (1972)

    Karya film Nico Pelamonia yang mengisahkan tentang kondisi social serta kehidupan yang mengerikan karena tidak mampu jauh dari tindak tanduk criminal.

    Kisah dibuka sambil sepasang kakak beraduk, Maulana Makbul yang berencana untuk memiliki kehidupan lebih indah. Tapi sayangnya, mereka justru terjerumus dalam gemerlap dunia narkotika yang tidak mampu melepaskan para korbannya secara mudah.

    • Bundaku Sayang (1973)

    Film ini merupakan satu dari sekian banyak film yang membawa kehidupan tragis yang harus dialami anak tiri ketika tinggal bersama ibu tirinya. Tini selalu disiksa oleh ibu tirinya bahkan dia harus melalui jalan kehidupan yang berliku tanpa sandaran orang lain.

    Secara bukan disengaja, dia bertemu serta berkenalan dengan Muchsin. Serupa seorang musisi, Muchsin mempunyai jalan hidup yang amat berbeda dengan Tini. Memutuskan untuk ikut dengan Muchsin, Tini meninggalkan keluarga dan ibu tirinya guna mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyanyi.

    • Dimana Kau Ibu (1973)

    Merupakan film klasik Indonesia dengan plot yang sangat menyedihkan. Engkau mungkin harus menyediakan penuh tisu selama menonton film garapan Hasmanan ini.

    Menyatakan tentang Linda, seorang akil balig yang terjebak dengan gaya hidup bebas yang kemudian membuatnya hamil di luar terkocok. Linda yang hamil diasingkan oleh keluarganya hingga berhasil melahirkan sang buah menawan hati.

    Tragisnya, ayah Linda yang kejam justru memisahkan Linda dari anaknya bahkan mengeluarkan jika Yatim telah menyisih. Di sisi lain, Yatim harus menanggung beban hidup yang sulit dan terus menderita karena disiksa oleh perawat jahat yang merawatnya.

    Karena tidak tahan terus menerus disiksa, Yatim mengekang untuk kabur ke Jakarta.

    • Badai Pasti Berlalu (1977)

    Film itu mengisahkan tentang Siska yang harus menderita karena terhenti hati. Sambil mengobati lukanya dan belajar untuk move on, Siska dibantu sambil Leo yang merupakan teman akrab dari kakak Siska. Leo yang awalnya seharga ingin membantu, perlahan-lahan malahan merasakan perasaan berbeda di Siska.

    • Gita Cinta Dari SMA (1979)

    Perbedaan strata social antara si miskin dan si kaya kembali hadir pada film Gita Cinta Daripada SMA. Film ini menyampaikan tentang Galih dan Ratna yang kisah cintanya bukan disetujui.

    Sepanjang film, member akan disuguhi adegan-adegan menawan termasuk berbagai cara yang dilakukan oleh Galih untuk meluluhkan hati pengampu Ratna.

    • Cewek Dalam Pasungan (1980)

    Film ini mendapatkan perhatian yang amat besar tidak hanya di Indonesia tapi juga pada kancah internasional. Karena pola film yang dibawanya dinilai masih kental dengan unsur tradisional.

    Film ini mengisahkan tentang jalan hidup Fitria, seorang wanita cerdas yang dipasung keluarganya karena dianggap memiliki gangguan mental. Tradisi pasungan sangat akrab di kalangan warga Jawa Kuno meskipun tradisi ini sudah lama dilarang oleh pemerintah.

    Meskipun merasa tidak tega untuk memasung Fitria, sanak saudara harus tetap menjalankan kebiasaan yang telah lama itu yakini.

    Itulah sepuluh susunan film klasik paling laris di Indonesia, tertarik untuk menontonnya 21 Cineplex?